Edible Flower

Penulis : Admin


Dipublikasi : 14 May 2019



 

 Tak hanya cantik bentuknya, edible flower juga bisa diolah menjadi berbagai hidangan yang menggoda selera lho. Apa saja jenis bunga yang aman dikonsumsi dan hasil olahannya? Yuk, simak artikel berikut.


***
 

Jauh sebelum istilah edible flower terkenal, orang-orang Indonesia sudah biasa mengkonsumsi bunga sejak dulu lho (jangan sambil membayangkan film horor legendaris itu ya, Baking Lovers). Contohnya, ada beberapa masakan yang terbuat dari bunga, seperti bunga (jantung) pisang yang dibuat menjadi gulai, bunga turi pada pecel madiun, dan bunga pepaya yang ditumis. Wah, puasa-puasa begini kok bicara makanan ya, hehe.

 Tapi tahukah kalian, selain itu masih banyak bunga cantik dan harum yang aman dikonsumsi. Beberapa diantaranya bahkan bermanfaat untuk kesehatan. Sebenarnya, edible flower bisa dibuat menjadi apa saja sih? Berikut contoh hasil olahannya ya, cekidot:

      
Teh
Mawar, melati, dan chrysantemum biasa digunakan untuk membuat teh. Ketiga bunga ini memiliki efek menenangkan. Chrysantemum juga dipercaya mampu meredakan panas dalam dan flu.
   
    
     
Masakan
Lily, marigold, dan bunga matahari bisa menjadi bahan pembuatan salad, sandwich, dan garnish. Jika Baking Lovers menemukan garnish berupa bunga-bunga segar, jangan ragu untuk bertanya pada juru masaknya. Karena belum tentu semua juru masak mengetahui ada bunga tertentu yang bisa dimakan atau tidak.
 
 
  
Hiasan cake
Bakers banyak membeli edible flower untuk bahan menghias kue, terutama pada wedding cake. Jenis bunga yang dapat digunakan untuk dekorasi kue sangat beragam, mulai dari pansy, marigold, mawar, nasturtium, sampai carnation.
    
   
    
Pudding
Tren pudding bening berhias bunga segar yang instagramable ini berasal dari Jepang, dan sekarang kepopulerannya sudah sampai di tanah air. Biasanya, pudding dibuat dua lapis. Lapisan pertama lebih kokoh dengan tambahan perasa dan pewarna, sedangkan lapisan atasnya dibuat bening agar bisa menonjolkan warna-warna bunga yang digunakan.
Untuk pemula, Baking Lovers bisa menggunakan bunga pansy, viola, telang selain biru, verbena, dan daisy.
     
    
    
Selai, sirup, dan sorbet.
Lavender, dandelion, dan borage dapat juga dibuat menjadi selai, sirup, dan sorbet. Rasanya yang samar dapat disiasati dengan bahan tambahan seperti buah-buahan untuk memperkuat rasa. 
    
     
    
Kebetulan, Titan berkesempatan untuk berbincang ringan dengan Ibu Eva, seorang pembudidaya edible flower yang sudah bertahun-tahun menanam bunga dengan metode hidroponik. Berdasarkan pengalamannya, edible flower yang belum diolah mampu bertahan selama sepuluh hari di lemari pendingin. Tapi, akan berkurang jika bunga sudah diolah. Contohnya pada pudding, bunga pansy dan viola akan awet selama lima hari. Lebih dari itu warna bunga akan berangsur-angsur memudar dan menjadi bening.
  
Tidak semua bagian bunga bisa dikonsumsi ya. Bagian yang aman dimakan hanya kelopaknya, sedangkan putik dan benang sari lebih baik dibuang karena bisa menimbulkan reaksi alergi, apalagi untuk orang-orang yang tidak pernah memakan bunga sebelumnya. Yang paling penting adalah ketahui dengan baik jenis bunga apa saja yang aman dikonsumsi dan pastikan bebas pestisida. Oya, untuk Baking Lovers yang penasaran bagaimana cara membuat Edible Flower Pudding, bisa belajar di kelas hands-on Titan ya. Daftarnya bisa dari sekarang, karena jumlah peserta terbatas :)

Bagikan




Artikel lainnya

Dipublikasi : 28 Mar 2022

Bagaimana ciri-ciri palm sugar, brown sugar, dan caster sugar berkualitas baik?

Yuk baca artikel ini.

Dipublikasi : 01 Mar 2021

Serupa tapi tak sama, inilah perbedaan palm sugar dan brown sugar yang Baking Lovers wajib tahu.

Dipublikasi : 06 Feb 2019

Pernah nggak sih, Baking Lovers kepikiran, sebenarnya apa guna kaki yang ada di loyang chiffon? Tidak mungkin cuma untuk hiasan, bukan?